Kenapa umat Kristen, yahudi, maupun Nasrani begitu membenci Islam ??
lalu kenapa mereka membakar Alqur'an ?
masih ingatkah anda peristiwa pembakaran Alqur'an di Florida, Amerika serikat ?
Akhirnya apa ? beberapa negara Islam membalas .
berikut beritanya yang saya ambil dari berbagai sumber :
Al-Quran Dibakar ?
MEDIAPALU.com) Jakarta – Para tokoh agama di Indonesia yang tergabung
dalam Gerakan Peduli Pluralisme mengecam rencana aksi pembakaran
Al-Quran sedunia memperingati 9 tahun robohnnya World Trade Center pada
11 September 2001.
“Kami mengutuk rencana aksi pembakaran Al-Quran sedunia,” kata Ketua
Bidang Kerukunan Antar Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia(MUI) Slamet
Effendi Yusuf dalam jumpa pers, di Jakarta, Senin sore.
Rencana aksi pembakaran Al-Quran sedunia dilakukan oleh kelompok yang
menamakannya dirinya Dove World Outreach Center berkantor di Florida,
Amerika Serikat.
Menurut Slamet, rencana pembakaran Al-Quran sedunia tidak
mencerminkan niat mayoritas umat kristen karena merupakan niat dari
kelompok kecil masyarakat saja.
Slamet mengungkapkan, umat Islam di seluruh negara agar tidak terprovokasi dan berdoa agar rencana aksi ini tidak terjadi.
“Jika aksi pembakaran Al-Quran benar-benar terjadi akan terjadi konflik yang luar biasa diseluruh negara,” ungkap Slamet.
Selanjutnya, kata Slamet, seluruh umat manusia di dunia agar
mentikapi rencana aksi ini dengan membuat langkah-langkah yang
konstruktif.
“Harus ada dialog antar peradaban untuk menghilangkan sikap eksklusif atau tidak peduli terhadap kebersamaan,” ungkap Slamet.
Menurut Slamet, pemerintah dan pers di Amerika menanggapi pernyataan
dari para tokoh agama di Indonesia yang mengutuk rencana aksi pembakaran
Al-Quran.
Ketua Gerakan Peduli Pluralisme Damien Dematra dalam kesempatan yang
sama mengatakan, jika rencana aksi pembakaran Al-Quran benar terjadi
bisa memicu terjadinya perang antar umat beragama.
“Jika rencana aksi ini benar terjadi dampaknya akan sangat serius terhadap masyarakat di seluruh negara,” ungkap Damien.
Menurut Damien, saat ini di dunia maya melalui jejaring youtube dan
facebook sekitar ratusan ribu orang telah menyatakan mendukung rencana
aksi tersebut dan ini sangat berbahaya.
“Saat ini tugas para pemimpin umat beragama di seluruh negara agar menenangkan situasi masyarakat,” ungkap Damien,
Menurut Damien, demi kebebasan hak asasi manusia(HAM) maka seluruh umat manusia di dunia harus melakukan sesuatu. * (ant)
sumber :http://mediapalu.com
Gereja di Punjab Dibakar Menanggapi Acara Pembakaran Al-Qur'an di Amerika
PUNJAB (voa-islam.com): Kelompok Muslim membakar sebuah
gereja dan sekolah Kristen di Punjab sebagai reaksi terhadap pembakaran
Al Qur'an yang diusulkan oleh Terry Jones, seorang pendeta Amerika
dalam rangka memperingati serangan 9/11.
Sekolah Komunitas
Misionaris Kristen dibakar pada tanggal 13 September 2010 di Tangmarg,
dekat Gulmarg. Pemadam kebakaran yang mencoba memadamkan api di sekolah
tersebut dihalangi massa. Seluruh bangunan terbakar habis namun tidak
ada yang terluka dalam insiden itu.
Tidak hanya sampai disini,
demonstran Muslim yang marah juga menyerbu gedung pemerintahan dan
bentrok dengan polisi. Tujuh orang tewas, termasuk seorang perwira
polisi. Empat orang lagi tewas dalam aksi protes sebelumnya.
Protes
terhadap pemerintah yang dilakukan oleh masyarakat Muslim di negeri ini
sudah sering dilakukan. Paling tidak sudah 70 demonstran tewas akibat
serangan brutal polisi dalam tiga bulan terakhir.
Pada malam
harinya, di Punjab, massa yang marah membakar gereja dan berbagai mobil
yang diparkir di Loha Bazar di kota Malerkotla, kabupaten Sangrur yang
dihuni mayoritas Muslim. Pihak berwenang telah memberlakukan jam malam
hingga pukul 6 pagi untuk mengantisipasi kekerasan lebih luas.
(za/asianews)
gila!!!! Al Quran Dibakar Dua Pendeta, Himbauan SBY tidak Mempan !!
Al Quran jadi dibakar oleh dua pendukung Pendeta Terry Jones di Amerika
Serikat, hingga detik ini Presiden SBY masih belum bersikap.
Sebagai
presiden dari sebuah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia,
seharusnya SBY cepat mengeluarkan sikap resmi Republik Indonesia
terhadap pemerintah Amerika Serikat.
"Sebagai
kepala negara Presiden SBY harusnya cepat bersikap dong, nyatakan
mengutuk aksi itu dan menyampaikan protes kepada Amerika Serikat," ujar
Wasekjen Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Syahganda Nainggolan
kepada INILAH.COM, Kamis (16/9).
Aksi
pembakaran Al Quran sangatlah sensitif dan menyinggung perasaan
mayoritas rakyat Indonesia yang beragama Islam. Sudah sepantasnya,
Presiden SBY melakukan berbagai langkah diplomatik.
"Misalnya
melobi OKI (Organisasi Konferensi Islam), Vatikan, Dewan Gereja
Protestan Internasional untuk mengutuk aksi tersebut dan bersatu menjaga
perdamaian dunia," ucap Syahganda.
Sebagaimana diberitakan tennessean.com
dua pengikut terry Jones yaitu Pendeta Bob Old dan Pendeta Danny Allen
membakar Al Quran pada Sabtu (11/9) di Springfield, Amerika Serikat di
hadapan sekelompok orang yang sebagiannya merupakan awak media.
Kedua
pendeta itu menyiram dua buah Al Quran dan sebuah teks Islam lainnya
dengan cairan pembakar, lalu menyulutnya dengan api. Mereka menyaksikan
bersama-sama kitab suci umat Islam itu menjadi abu. [mah]


Nota
protes Indonesia yang disampaikan oleh Presiden SBY kepada pemerintah
Amerika terkait rencana pembakaran terhadap kita suci Al Quran tak
meyurutkan anak buah Pendeta Terry Jones.
Seperti
dilansir dari situs Tennessean.com, (12/9/2010) menulis bahwa Pendeta
Bob Old bersumpah melaksanakan aksinya membakar Alquran bersama Pendeta
Danny Allen. Aksi kedua pendeta itu dilakukan di pekarangan belakang
rumah Old dengan secara sengaja didokumentasikan.
"Ini adalah buku berisi kebencian, bukan cinta," dengan memegang Al-Quran sebelum kemudian membakarnya.
Pendeta Bob Old juga mengatakan Nabi Muhammad adalah nabi palsu.
"Ini adalah kitab palsu, Nabi Muhammad adalah nabi palsu dan itu merupakan wahyu palsu," kelakar dia.
Sementara
itu, tokoh umat Islam di Tangerang Selatan KH Rahmatullah menghimbau
umat Islam tidak terprovokasi atas prilaku biadab tersebut.
"Kami mengutuk sekaligus menghimbau umat Islam untuk tidak terpancing hal tersebut," katanya, Rabu (15/9/2010).
Orang yang menggagas Al-Quran supaya dibakar, jatuh bangkrut!!
Habis jatuh tertimpa tangga
pula. Setelah nyawanya terancam kini giliran pastor Terry Jones yang
menggahas hari membakar Alquran itu menghadapi tagihan 100 ribu
poundsterling dalam mata uang inggris atau sekitar Rp. 1,4 Miliar
untuk membayar jasa keamanan polisi. Lebih dari 200 polisi termasuk
anggota Tim SWAT yang mengawasi Jones di luar Gereja Florida.

Seperti yang diberitalan media
massa di Inggris (Daily Mail). Perlindungan ini dilakukan untuk
mengamankan Jones dari segala kemungkinan penyerangan terhadap
dirinya. Sayangnya, Jones tidak ada niatan membayar tagihan yang
diberikan pemerintah lokal Gainville atas ulahnya itu. 'Jika kami tahu
ini sebelumnya, maka kami akan menolak untuk diberikan pengamanan,'
ujar Jones seperti dikutip dailymail, Senin (20/9). Tagihan juga
datang dari kepolisian setempat yang meminta bayaran kepada Jones
sebesar 50 ribu poundsterling dalam mata uang Inggris atau ( Rp 703
juta) dan sisanya dari kantor sheriff setempat atas jasa kepolisian
yang menjaganya 24 jam.

Seperti diberitakan, Jones dan
anggota jamaah Gereja kecil di Gainesville, Florida berencana
membagikan 200 salinan Alquran untuk dibakar dalam peringatan tragedi
11 September. Ide pembakaran ini membuat berang Menteri Pertahanan AS
RObert Gates. Gates saat itu mengkhawatirkan ide Jones akan
membahayakan keselamatan tentara AS yang sedang bertugas di
Afghanistan. Tekanan dari Obama dan Vatikan pada akhirnya membatalkan
niat Jones. Sayangnya, ibarat nasi menjadi bubur, sejumlah pembakaran
Alquran terjadi diberbagai wilayah di AS.
Kini Jones terancam bangkrut.
Dengan jemaah yang tidak begitu besar yakni hanya 40 orang, Jones
kemungkinan besar tidak akan mampu membayar tagihan itu. Sempat ada
wacana dari Jones untuk menjual Gereja dan pindah ke tempat yang lebih
besar.
Tampaknya rencana itu bakalan
batal terlaksana. Apalagi pemerintah lokal Gainesville telah
menyatakan Jones adalah pihak yang bertanggung jawab atas layanan
polisi yang langsung diberikan kepada gereja pascapengumuman ide
pembakaran Alquran. Keamanan ini diberikan berdasar peringatan Biro
Investigas AS, FBI, atas kemungkinan ancaman teror sebagai serangan
balasan.
Pasca Gerakan Bakar al Qur’an, Banyak Warga Amerika yang Masuk Islam
Direktur Amerika Islamic Centre Washington,
Muhammad Nasir
dari Washinton mengeluarkan keterangan bahwa setelah kejadian
pengumuman akan dibakar nya Al Quran di Florida beberapa minggu lalu
oleh seorang pendeta, banyak di kota-kota lain di Amerika, warga non
Muslim tertarik mempelajari Islam dan akhirnya menjadi Muslim. Dan
jumlah mereka ketika didata cukup besar, dari Washinton saja data yang
masuk sudah mencapai 180 orang Amerika masuk Islam. Belum lagi dari
kota kota lainnya.
Menurut laporan dari salah satu TV Arab
memberitakan Direktur Islamic centre yang berpusat di Washinton DC,
menyatakan bahwa setelah pengumuman akan membakar Al Quran dan setelah
aksi protes warga Amerika atas akan dibangunnya mesji di zero ground,
maka hanya di Washinton saja sudah 180 orang masuk Islam.
Muhammad Nasir juga mengatakan dalam kurun 12 tahun terakhir ini, tiap
tahunnya dibangun hampir 100 masjid, sehingga dalam 12 tahun ini sudah
berdiri 1200 masjid yang tersebar di seluruh Amerika. Muhammad Nasir
juga mengatakan yang paling hebatnya mereka yang baru masuk Islam
langsung juga mengajak orang-orang lain untuk masuk Islam.
Memang tidak bisa dipungkiri jumlah umat Islam di Amerika bertambah
pesat. sehingga tidak mengherankan jumlah mesjid pun bertambah banyak.
Bahkan banyak diantara umat Islam Amerika ada yang membeli gereja yang
sudah kosong dari jemaahnya lalu di jadikan masjid.(Lacak sumber
DI SINI )
Rabi Yang Dicurigai Bakar Masjid Di Nablus Dibebaskan
Masjid di Nablus yang dibakar pemukim Yahudi, hanguskan masjid dan 80 Al Qur'an serta ratusan buku (foto: palsolidarity)
Sahabatalaqsha.com -Al Quds (Yerusalem) yang dijajah-
Pengadilan distrik Al Quds hari Kamis memerintahkan pembebasan rabi
Itzik Shapiro yang ditangkap hari Selasa karena dicurigai terlibat
membakar sebuah masjid di desa Yasuf, Tepi Barat, Desember tahun lau
Rabi Shapiro adalah salah seorang pemimpin Od Yosef Chai Yeshiva di pemukiman Yahudi Yitzhar, di Tepi Barat yang dijajah.
Awalnya Shapiro “diinterogasi” oleh
polisi Israel di Tepi Barat yang dijajah, kemudian dipindahkan ke pusat
interogasi Petah Tikva. Di Petah Tikva, Shapiro “diinterogasi” oleh Shin
Bet (badan intelijen dalam negeri Israel).
Penutut Israel mengajukan kepada
pengadilan rendah bahwa Shapiro telah diinterogasi atas kecurigaan
menghalangi keadilan, sementara pada waktu yang sama penuntut
menyampaikan kepada pengadailan distrik bahwa Shapiro diinterogasi
berkaitan dengan pemakaran masjid.
Sementara itu, Shin Bet menyerahkan laporan yang menyatakan bahwa bukti yang diajukan untuk menuntut Shapiro, tidak cukup.
Serangan terhadap masjid di desa Yasuf
dilakukan oleh sebuah organisasi pemukim Yahudi fundamentalis yang
sempat menulis pesan dengan semprotan cat “kami akan membakar kamu
semua” di dinding masjid.
Pesan yang tertera pada dinding masjid
itu merupakan deklarasi oleh para pemukim Yahudi yang berjanji akan
“membalas” kepada rakyat Palestina atas keputusan otoritas penjajah
Israel untuk “membekukan” sementara pembangunan pemukim Yahudi di Tepi
Barat.
Empat orang pemukim Yahudi ditahan oleh
polisi Israel pekan lalu; dua di antaranya masih dalam interogasi.
Polisi kemuadian menahan tiga orang pemukim Yahudi lainnya, termasuk dua
orang anak-anak.
Para pemukim Yahudi menyerang dan
membakar masjid di desa Yasuf, kawasan Nablus, pada Jum’at 11 Desember
2009 lalu. Serangan dilakukan begitu azan subuh selesai dikumandangkan,
sekitar pukul 4.30 pagi. Berliter-liter bensin ditumpahkan ke karpet
masjid dan tidak kurang dari 80 buah kitab suci Al Qur’an dibakar serta
tidak terhitung buku-buku Islam yang memenuhi rak-rak buku yang berjejer
di dinding masjid, semua habis dibakar. Semuanya dipenuhi aroma bensin
dan bakaran. Asap mengepul dari masjid dan menghitamkan dindingnya.
Sejumlah pemerintahan “mengecam” serangan
itu, termasuk AS, yang menyerukan agar pelaku serangan itu ditangkap
dan segera diadili. Dan meskipun, polisi dan militer Israel menyatakan
akan menyelidiki serangan itu, sejarah menunjukkan bahwa kejahatan
seperti tidak akan mendapatkan tindakan apapun, selama yang menjadi
sasaran bukan Israel atau pemukim Yahudi. Para pelaku serangan seperti
itu bebas berkeliaran, tidak pernah dicari, apa lagi mendapatkan hukuman
atas tindakannya.
Pembebasan rabi Shapiro ini, kembali
membuktikan hal itu. Dan sejumlah pemukim Yahudi yang kini masih
“diinterogasi” itu, berdasarkan “sejarah” penuntutan Israel terhadap
pelaku kejahatan, juga akan tidak terbukti bersalah dengan berbagai
alasan. Tidak cukup bukti, adalah alasan favorit pengadilan, polisi dan
militer Israel, untuk membebaskan pelaku kejahatan terhadap rakyat
Palestina. imemc/palsolidarity.org/ez
Prophethood (meaning Muhammad
(SAW) himself) will remain with you for as long as Allah wills it to
remain, then Allah will raise it up whenever he wills to raise it up.
Afterwards, there will be a Caliphate that follows the guidance of
Prophethood remaining with you for as long as Allah wills it to remain.
Then, He will raise it up whenever He wills to raise it up. Afterwards,
there will be a reign of violently oppressive [The reign of Muslim kings
who are partially unjust] rule and it will remain with you for as long
as Allah wills it to remain. Then, there will be a reign of tyrannical
rule and it will remain for as long as Allah wills it to remain. Then,
Allah will raise it up whenever He wills to raise it up. Then, there
will be a Caliphate that follows the guidance of Prophethood.
تَكُوْنُ النُّبُوَّةُ فِيْكُمْ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ، ثُمَّ
يَرْفَعُهَا اللهُ إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثَمَّ تَكُوْنُ خِلاَفَةٌ
عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ
ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكاً
عَاضًّا فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا
شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُوْنُ مُلْكاً جَبْرِيًّا فَتَكُوْنُ
مَا شَاءَ اللهُ أَنْ تَكُوْنَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ
يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ.
ثُمَّ سَكَتَ
Akan ada masa kenabian pada kalian selama yg Allah kehendaki Allah
mengangkat atau menghilangkan kalau Allah menghendaki. Lalu akan ada
masa khilafah di atas manhaj nubuwwah selama Allah kehendaki kemudian
Allah mengangkat jika Allah menghendaki. Lalu ada masa kerajaan yg
sangat kuat selama yg Allah kehendaki kemudian Allah mengangkat bila
Allah menghendaki. Lalu akan ada masa kerajaan selama yg Allah kehendaki
kemudian Allah mengangkat bila Allah menghendaki. Lalu akan ada lagi
masa kekhilafahan di atas manhaj nubuwwah.“ Kemudian beliau diam.
Al Quran Jadi Dibakar, pemimpin negeri yang mayoritas muslim pun terdiam
Jakarta - Al Quran jadi dibakar oleh dua pendukung Pendeta Terry Jones
di Amerika Serikat, hingga detik ini Presiden SBY masih belum bersikap.
Sebagai
presiden dari sebuah negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia,
seharusnya SBY cepat mengeluarkan sikap resmi Republik Indonesia
terhadap pemerintah Amerika Serikat.
“Sebagai kepala negara Presiden SBY harusnya cepat bersikap dong, nyatakan mengutuk aksi itu dan menyampaikan protes kepada
Amerika Serikat,” ujar Wasekjen Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Syahganda Nainggolan kepada
INILAH.COM, Kamis (16/9).
Aksi
pembakaran Al Quran sangatlah sensitif dan menyinggung perasaan
mayoritas rakyat Indonesia yang beragama Islam. Sudah sepantasnya,
Presiden SBY melakukan berbagai langkah diplomatik.
“Misalnya melobi
OKI (Organisasi Konferensi Islam), Vatikan, Dewan Gereja Protestan
Internasional untuk mengutuk aksi tersebut dan bersatu menjaga
perdamaian dunia,” ucap Syahganda.
Sebagaimana diberitakan
tennessean.com
dua pengikut terry Jones yaitu Pendeta Bob Old dan Pendeta Danny Allen
membakar Al Quran pada Sabtu (11/9) di Springfield, Amerika Serikat di
hadapan sekelompok orang yang sebagiannya merupakan awak media.
Kedua
pendeta itu menyiram dua buah Al Quran dan sebuah teks Islam lainnya
dengan cairan pembakar, lalu menyulutnya dengan api. Mereka menyaksikan
bersama-sama kitab suci umat Islam itu menjadi abu.(inilah.com,
16/9/2010)